Pemerintah Waspada Demam Berdarah Usai Corona

 

April dan mei merupakan musim pancaroba di Indonesia dimana biasanya jumlah korban akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan peningkatan. Di sela sela pemerintah untuk penanganan COVID-19, Pemerintah menyampaikan masyarakat diminta untuk waspada DBD di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus menelan banyak korban.

Pada musim pancaroba April-Mei, statistik data kita menunjukkan DBD, jangan sampai memperburuk kondisi penyebaran COVID-19. Sesuai dengan anjuran pemerintah agar masyarakat tetap di rumah Atau social distancing artinya banyak waktu yang bisa dilakukan. Sehingga diharapkan masyarakat mempunyai banyak waktu untuk membasmi atau melakukan pembersihan sarang nyamuk, yang diharapkan bisa mencegah penyakit DBD yang bisa menyerang siapa saja.

Akhirnya pemerintah kembali menggalakkan gerakan 3M di tengah masyarakat. Pemerintah kembali  mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan nyamuk pembawa virus DBD di lingkungan tempat tinggal melalui penerapan 3M. Misalnya menguras bak penampungan air, menyikat kamar mandi dan tempat yang berpotensi jadi sarang  nyamuk serta menutup penampungan air sehingga tidak menjadi sarang nyamuk

Pemerintah mulai mengingatkan sekarang kebijakan untuk tetap dirumah akibat pandemic corona merupakan saatnya dan waktu yang tepat untuk membersihkan sarang nyamuk dan melakukan pencegahan lainnya. Banyak sekali pencegahan lainnya yang bisa dilakukan dirumah untuk melindungi keluarga kita dirumah. Tetapi sebelum itu kita harus mengetahui tanda tanda nyamuk demam berdarah.

Ada beberapa ciri dan karakteristik khusus dari nyamuk penyebar dbd, diantaranya warna hitam dengan bercak putih pada badan dan kaki. Hidup dan berkembang biak dalam rumah dan sekitarnya. Misalnya di bak mandi, tempayan,durm ban bekas, pot tanaman air atau tempat minum burung tempat yang biasanya gelap dan kosong serta ada genagan airnya sanga berpotensi menjadi sarang nyamuk demam berdarah. Hingga pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap serta lembab, mengigit siang hari dan kemampuan terbang yang 100 meter.

 Menjaga hawa rumah menjadi sejuk dan dingin. Udara dingin dapat menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari, Menghindari berada diluar ruangan pada dini hari,senja atau malam hari. Karena waktu-waktu tersebut banyak nyamuk diluar ruangan. Dan jangan lupa gunakanlah pakaian pelindung apabila berada didaerah yang banyak nyamuk gunakan baju berlengan panjang , celana panjang, kaus kaki dan sepatu adalah cara mencegah demam berdarah tersebut.

Hingga saat ini pemerintah masih sibukkan dengan memantau masyarakat tetap waspada dan bisa memantau perkembangan COVID-19 melalui jaringan yang terpercaya. Misalnya, bisa menghubungi Call Center 119 dan 117, atau Halo Kemenkes di 1500567. Berdasarkan perkembangan kasus yang dilaporkan setiap harinya, hingga Kamis (3/4/2020) jumlah positif terpapar COVID-19 sebanyak 196 orang sehingga total keseluruhan mencapai 1.986. Selanjutnya, kasus sembuh bertambah 22 orang dengan total 134 orang dan kasus meninggal bertambah 11 orang, totalnya menjadi 181 orang.

Maka dari itu pemerintah berharap tidak ada lagi korban dalam demam berdarah seperti data tahun lalu dan dengan mengingat sudah banyak korban dari pandemic virus corona. Sebagai masyarakat kita juga harus membantu pemerintah mewujudkan itu. Jangan sampai kita banyak waktu dirumah tapi alah tidak menjaga kebersihan lingkungan sendiri dan malah menimbulkan sarang nyamuk. Ini sebenarna kembali ke kesadaran kita sendiri kita juga harus menyadari bahwa penyakit demam berdarah dengue atau dbd ini juga berbahaya dan bisa memakan korban.

Sumber gambar : kalbemed.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *